Live In The Darkness

Selalu Ada Cahaya Yang Akan Menuntun Dalam Gelap

Archive for the ‘pemikiran’ Category

Ngupah, Mendidik nggak ya?

Posted by lolidinkz on October 31, 2008

Hari minggu sore saya melancong (istilah kerennnya melali) ke rumah salah seorang teman, sesampainya disitu ternyata ada keluarga kakak dari teman saya yang sedang menginap (ortu dan 2 anaknya). Nah yang ingin saya bicarakan adalah kebiasaan yang dilakukan oleh keponakan teman saya yang masih kecil. Begini ceritanya (saya sajikan dalam bentuk dialog BALIngual alias bahasa BALI yang diterjemahin) :

  • Teman saya (TS, sebut aja gitu): “De, mai malu kejep” (De (karena anak pertama makanya dipanggil Gede), sini dulu)
  • De (saya cuma tau dia dipanggil De): “Apa?”
  • TS: “Beliang roko di warung ne di muka to nah…” (belikan rokok di warung yang depan ya…)
  • De: “ya…” (sepertinya anak ini ngerti bahasa bali tapi kayaknya ga pernah ngomong bahasa bali)

Kemudian teman saya menyerahkan uang 20.000an.

Ga seberapa lama si Gede balik dengan membawa rokok plus es krim (rasa coklat pula), dan kemudian memberikan rokok beserta kembaliannya kepada teman saya.

  • De: “Ni Oom rokoknya”
  • TS: “Adi kuang susukne? Anggo meli es krim mara?”(kok kurang kembaliannya?dipake beli es krim tadi?)
  • De: “ya…” (ni anak kayaknya ga ada rasa bersalah)
  • TS: “Laen kali de keto nah? ngorang malu men dot meblanja…” (laen kali jangan gitu ya?bilang dulu kalo mau belanja…)

Eh, waktu dikasi omongan si anak malah ngeloyor pergi dengan cueknya (mungkin rasa es krim lebih enak daripada harus dengerin omongan dari Oom yang sok alim, hehehehe). Nah, setelah itu si teman saya ini yang saya tanyai :

  • Saya: “Nak engken to?adi uyut di?” (bagaimana itu?kok ribut?)
  • TS: “Kebiasaan… cenik-cenik be nagih meupah, engken nyanan gedene… men sing baang upah sing nyak mejalan ye,,, sing nyidang ngajin panak reramane to…”  (kebiasaan… kecil-kecil sudah minta diupah,gimana nanti kalo udah gede… kalo tidak dikasi upah ga mau jalan dia,,, nggak bisa ngajarin anak orang tuanya… )

Saya cuma bisa geleng-geleng dengar teman saya ngedumal, malah rasanya saya yang diberi omongan pedas, hehehe…
Akhirnya kepikiran juga buat ngangkat ini dijadiin bahan (maklum akhir-akhir ini saya agak buntu, kebanyakan chat kayanya), karena kasus (ciiieeehhh, kasus…) seperti ini sering sekali saya temui, bahkan ada juga keponakan saya yang seperti itu, dulu kalo nyuru dia buat belanja kemana aja musti memberi upah 1000 perak, padahal belanjanya mungkin cuma 1000 juga.

Kebiasaan meminta upah sebenarnya dapat dipandang positif-positif saja dalam mendidik anak, seperti yang dikatakan oleh Ibu saya ketika saya tanyakan mengenai masalah ini, beliau bilang:
“Boleh saja mengupah anak kecil, tapi harus dilihat dalam hal tertentu saja”
contohnya seperti menjanjikan hadiah kenaikan kelas (kata ibu saya itu termasuk mengupah sekaligus memancing agar giat belajar), atau menjanjikan akan membuatkan makanan yang enak bila anaknya mau menyapu halaman di hari minggu. Namun juga harus diusahakan agar upah yang diberikan tidak langsung berupa “mentahan” alias duit, karena bisa membuatnya menjadi seperti hal yang dialami ponakan saya dan juga ponakan teman saya.
Hal kedua yang harus diperhatikan juga adalah mengajarkan si anak agar tidak membiasakan diri mau diberi uang oleh kerabat, juga beritahukan kerabat yang menyuruh si anak melakukan sesuatu memberi si anak upah. Yang terakhir, jangan biasakan anak untuk berbelanja berlebihan dengan uang kembalian, contohnya ketika menyuruh si anak berbelanja katakanlah “Nanti kembaliannya adik ambil buat ditabung ya?”. Hal ini juga sekaligus mengajarkan si anak untuk tidak mata duitan, tidak boros, dan juga rajin menabung.

Posted in pemikiran | 4 Comments »

Sahabat

Posted by lolidinkz on August 31, 2008

Sahabat, Persahabatan…..

Kenapa ya tiba-tiba saya jadi pengen ngangkat topik sahabat bersahabat (cuih….bahasanya!) ini?
Agak basi kan kalo hari gini masih ngomongin sahabat? Menurut saya “Nggak sama sekali”, karena baru akhir-akhir ini saya bisa ngerti apa sih arti khusus kata sahabat buat saya? Waktu saya bertengkar bareng pasangan akhir-akhir ini, curhatnya ke sahabat… dan dia coba memberi solusi yang saya jalankan dan memang JITU. Padahal… saya baru kenal dengan cwe ini (lewat chat malah! gila nggak sih?) tukeran No. Hp, sms’an eh malah keterusan ke curhat-curhatan, mungkin karena kami punya banyak kesamaaan (keyakinan, nasib, dll tapi bukan persamaan kelamin:) *hasil ngobrol:).

Balik ke “sahabat”…

Penjabaran umumnya sih gini…kata Tante Wiki-Pedia sahabat atau persahabatan itu

Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah “persahabatan” menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.

Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:

* kecenderungan untuk menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama lain.
* simpati dan empati.
* kejujuran, barangkali dalam keadaan-keadaan yang sulit bagi orang lain untuk mengucapkan kebenaran.
* saling pengertian.

Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.

Disiplin-disiplin utama yang mempelajari persahabatan adalah sosiologi, antropologi dan zoologi. Berbagai teori tentang persahabatan telah dikemukakan, di antaranya adalah psikologi sosial, teori pertukaran sosial, teori keadilan, dialektika relasional, dan tingkat keakraban.”

Kalo menurut saya kesimpulannya, sahabat tu seseorang yang lebih diberi keterbukaan lebih dari teman ‘n pacar tapi sahabat nggak punya pengertian sehebat ortu.

Posted in pemikiran | 8 Comments »

Narsis ga sih?

Posted by lolidinkz on August 26, 2008

Narsis? apaan tuh?

saya jadi ingin tahu apa itu narsis setelah tadi sore waktu saya iseng memotret diri saya sendiri dengan cam laptop n dilihat oleh sepupu saya…

“ue…… mara mefoto pesu narsisne!!!(ui baru difoto keluar narsisnya!!)”…

gondok ga sih dikatain kaya gitu? langsung aja saya ngeloyor ke kamar(daripada marah marah ga ada juntrungan)…

Iseng iseng saya nyari n nanya Paman Google setelah tu saya dikasi wangsit(weheek…) untuk menghubungi Tante Wiki-Pedia

Ternyata narsisme artinya “perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang narsisme tidak selalu percaya diri di depan umum, namun bisa juga ditunjukkan dengan suka memfoto diri sendiri. Biasanya orang yang narsisme adalah seorang model. karena mereka sering sekali mendapatkan pujian dan itu menyebabkan mereka merasa percaya diri dan akhirnya berlebihan.”

Kalo diliat liat, saya sama sekali ga ada miripnya sama karakter yang digambarkan dalam penjelasan *bukan model, ga pernah dapet pujian dari foto*.

Setelah saya pikir pikir saya ga narsis kok, cuma pengen foto foto buat fun, ga salah kan?
:)

Posted in pemikiran | 6 Comments »